loading...

Ternyata Bantal Guling Menjadi Pilihan No.1 Untuk Masturbasi

loading...
Remaja yang menginjak usia subur atau dewasa tentu ingin mengetahui istilah masturbasi. Kebanyakan dari mereka ingin megetahui dan melakukan apa yang belum pernah mereka lakukan itu. Kebanyakan Orang Indoesia melakukan masturbasi hanya dengan benda-benda yang ada disekelilingnya. Mereka tidak ambil pusing untuk melampiaskan hasrat mereka. Bantal guling misalnya, yang bisa ditemui saat mereka ingin istirahat. Bantal guling juga merupakan benda yang sering banyak digunakan untuk masturbasi.

Pakar rehabilitasi seksual lulusan Universitas Indonesia, dr Ferryal Loetan, ASC&T, SpKFR, MKes mengatakan bahwa kebanyakan remaja tidak menggunakan alat bantu khusus saat masturbasi. Alat bantunya hanya benda-benda yang mudah ditemukan dalam keseharian.

"Wanita biasanya hanya menggesek-gesekkan klitorisnya ke alat di sekitar seperti bantal guling atau benda-benda lunak. Kalau laki-laki lebih sering menggesek-gesekkan alat kelamin ke benda apa saja yang membuatnya nyaman. Kebanyakan cukup dengan tangan saja," kata dr Ferryal.

Menurut dr Ferryal, alat bantu untuk masturbasi biasanya baru diketahui para remaja pada tahap selanjutnya dan dalam percobaan-percobaan yang dilakukannya. Alat bantu yang sering digunakan antara lain pelicin, mulai dari sabun, hand and body lotion hingga lotion khusus untuk masturbasi.

Bantal guling termasuk alat bantu yang paling banyak digunakan oleh pemula, baik laki-laki maupun perempuan yang melakukan masturbasi. Benda-benda dengan tekstur lembut ini biasanya ditindih, dipeluk dan digesek-gesek seolah-olah seperti tubuh manusia.

Setelah jam terbang atau mungkin lebih tepatnya jam geseknya makin tinggi, alat bantu yang digunakan akan semakin bervariasi. Seorang mahasiswi asal Kalimantan di Yogyakarta, sebut saja Wati (30 tahun) mencontohkan benda-benda yang sering dipakai perempuan untuk masturbasi.
"Intinya benda lonjong. Bisa botol Tipe-X (model spidol), kain yang dilinting, roll on mini dan juga botol shampoo. Tidak harus dimasukkan, seringnya cuma digesek-gesekkan saja," kata Wati yang mengaku sudah mengenal masturbasi sejak masih SD.
loading...